sejarah

Fakultas pertanian Unwim didirikan di atas lahan seluas 4,3 hektar yang merupakan tanah wakaf dari Bupati Wedana Kabupaten Sumedang Raden Aria Soeriatmadja atau yang lebih dikenal dengan Pangeran Mekah. Di atas lahan tersebut beliau mendirikan Sakola Tani (Landbouwshool) Tahun 1914 yang merupakan cikal bakal didirikanya Akademi Pertanian Tanjungsari (APT) pada tanggal 14 Juli 1965 oleh R. Mashudi yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. 

Pangeran Aria Suriatmadja (P. Mekah)

Seiring perkembangan jaman dan perubahan aturan kebijakan serta regulasi yang berkembang, APT berganti nama berturut-terut sebagai berikut:

  1. STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian) Tahun 1985;
  2. STPT (Sekolah Tinggi Pertanian Tanjungsari) Tahun 1985.

Tahun 1990, Gubernur Jawa Barat R. Moch. Yogie S.M., mengintegrasikan keempat pendidikan tinggi yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang salah satunya adalah STPT menjadi Fakultas Pertanian, Universitas Winaya Mukti dibawah pengelolaan Yayasan Pendidikan Tinggi Winaya Mukti. 

Fakultas Pertanian dari awal dibentuk sampai tahun 2016 menyelenggarakan pendidikan program sarjana, yaitu Program Prodi Agribisnis dan Program Studi Agroteknologi. Pada tahun 2017 seiring adanya kebijakan keilmuan yang serumpun harus dikelola oleh satu fakultas makan program Magister Pertanian yang semula dikelola oleh Sekolah Pascasrjana dekembalikan pengelolaanya ke Fakultas Pertanian, sehingga saat ini Fakultas Pertanian menyelenggarakan 2 jenjang pendidikan yaitu program sarjana dan magister, yang terdiri dari empat prodi yaitu:

  1. Prodi Agroteknologi S-1;
  2. Prodi Agribisnis S-1;
  3. Prodi Agroteknologi S-2;
  4. Prodi Agribisnis S-2.

Fakultas Pertanian, sejak APT sampai sekarang telah dipimpin oleh beberapa orang, diantaranya:

  1. Ir. Abdul Rifai Husain (1966-1969);
  2. Dr. Agus Sunyoto (1969);
  3. Ir. Drs. Rahardja (1970-1973);
  4. Ir. Suhama (1973-1988);
  5. Ir. Abdullah Danuwinata (1988-1992);
  6. Prof. Dr. Ir. Didin S. Satiaadmadja (1992-1996);
  7. Dr. Ir. Drs. Musli Rosmali, MP. (1996-2004);
  8. Ir. Fatah Nugraha, MP. (2004-2010);
  9. Dr. Ir. R. Wahyono Widodo, MP. (2010);
  10. Dr. Dra. R. Budiasih, MP. (2011-Sekarang)